Seluruh Indonesia
Duka Aceh dan Sumatera adalah duka kita bersama. Ribuan saudara kita sedang diuji musibah banjir dan tanah longsor. LAZ Al Qoyyim mengajak Anda menyisihkan harta terbaik untuk membantu kebutuhan mendesak pengungsi. Satu kepedulian Anda, sejuta harapan bagi mereka untuk bangkit
Data BNPB per Sabtu, 6 Desember 2025, tentang bencana Aceh dan Sumatera kembali menegaskan betapa dahsyatnya musibah ini:
121.500 rumah rusak, 1.100 fasilitas umum hancur, 4.200 warga luka-luka, 883 jiwa meninggal dunia, dan 520 lainnya masih hilang.
Namun angka-angka itu belum menggambarkan seluruh pedihnya keadaan.
Yang lebih menyayat hati adalah kenyataan bahwa sebagian besar korban kini terancam meninggal karena kelaparan, bukan hanya karena banjir. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), kepada Kompas:
“Sangat memprihatinkan. Bukan meninggal karena banjir, meninggal kelaparan. Itu saja.”
— Mualem, 5 Desember 2025
Kesaksian warga di lapangan bahkan lebih memilukan. Kepada Berita Satu, Imran, warga Manyak Payed, Aceh Tamiang, menggambarkan kondisi yang sulit dibayangkan:
“Sangat susah menceritakan bagaimana pedihnya kehidupan masyarakat di Tamiang sekarang.
Orang-orang sudah kelaparan, makanan sulit, air bersih juga sulit.
Warga harus minum air lumpur untuk bertahan….”
Ini bukan sekadar bencana.
Ini jeritan manusia yang lapar, haus, kedinginan, dan kehilangan harapan.
Saudara-saudara kita sedang berjuang untuk tetap hidup hari ini.
Maka, kita tidak boleh tinggal diam.
Mari membantu korban banjir dan longsor di Aceh & Sumatera melalui LAZ Al-Qoyyim Sukoharjo