Seluruh Indonesia
BANTU HADIRKAN AIR BERSIH UNTUK WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN
Air adalah sumber kehidupan, sebagaimana firman Allah ta'ala:
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.”(QS. Al-Anbiya: 30)
Air adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Namun bagi sebagian warga di Sukoharjo, mendapatkan air bersih kini menjadi perjuangan yang harus dilakukan setiap hari.
Kemarau panjang telah membuat sejumlah wilayah di Sukoharjo mengalami kekeringan. Di Desa Kunden, Kecamatan Bulu, kondisi ini telah berlangsung sekitar empat bulan.
Wilayah perbukitan dan pegunungan menjadi daerah yang paling terdampak. Di Dukuh Sumberagung terdapat sekitar 50 KK, Dukuh Pencil sekitar 35 KK, dan Dukuh Kepuh sekitar 70 KK yang menghadapi kesulitan air.
Sumur-sumur warga mengering. Instalasi Pamsimas masih tersedia, tetapi debit airnya sangat kecil.
Untuk mendapatkan air dari sumber alami terdekat, warga Sumberagung harus berjalan sekitar 2 kilometer. Warga Pencil bahkan harus menempuh sekitar 4 kilometer.
Air itu bukan hanya untuk minum dan memasak. Mereka membutuhkannya untuk mandi, mencuci, menjaga kebersihan, hingga memberi minum ternak.
Bu Mugiman, salah seorang warga Sumberagung, mengatakan kondisi paling terasa ketika harus menyediakan air untuk sapi dan kebutuhan keluarganya.
“Ayem kalau ada bantuan air datang,” tuturnya.
Di tengah kekeringan, warga tidak tinggal diam. Mereka mencari sumber air yang masih tersedia dan mengangkutnya dengan berbagai wadah yang mereka miliki.
Ketika bantuan air datang, warga berbondong-bondong membawa galon dan ember untuk mengisi persediaan di rumah.
Betapa besar kebutuhan mereka terlihat pada Jumat, 7 Agustus 2026. Sebanyak 8.000 liter air bersih yang didatangkan ke Dukuh Kepuh habis hanya dalam waktu sekitar 15 menit.
Kondisi kekeringan pun tidak hanya terjadi di Kunden. Berdasarkan laporan BPBD Sukoharjo pada 12 Agustus 2026, wilayah terdampak telah meluas menjadi delapan desa di tiga kecamatan dengan 755 keluarga atau 2.380 jiwa mengalami kesulitan air bersih.
Artinya, kebutuhan air tidak berhenti pada satu dukuh atau satu desa.
Melihat kebutuhan yang terus berlangsung, LAZ Al Qoyyim bersama para donatur mengupayakan pengadaan dan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, amanah donasi dari Sahabat Al Qoyyim telah diwujudkan dalam bantuan tahap pertama berupa 4 tangki air bersih untuk warga Desa Kunden, bekerja sama dengan Komunitas Nasi Bungkus (Komnasbung).
Namun kebutuhan masih panjang. Kebaikan Anda tetap dibutuhkan untuk menghadirkan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Sukoharjo dan wilayah sekitarnya, berdasarkan hasil survei serta tingkat kebutuhan di lapangan.
Setiap tangki yang hadir berarti ada keluarga yang dapat mengisi persediaan airnya. Ada ternak yang bisa mendapatkan minum. Ada kebutuhan sehari-hari yang kembali bisa dijalankan dengan lebih tenang.
Rasulullah ﷺ mengajarkan besarnya keutamaan memberi minum. Dalam sebuah hadis, ketika Sa'd bin 'Ubadah bertanya tentang sedekah terbaik untuk ibunya, Nabi ﷺ mengarahkan kepada memberikan air. (Sunan Abu Dawud: 1681)
Hari ini, kita memiliki kesempatan untuk menghadirkan air kepada mereka yang sedang membutuhkannya.
Mungkin bagi kita, satu tangki air hanyalah sejumlah liter yang akan habis dalam beberapa hari.
Tetapi bagi keluarga yang telah berbulan-bulan menunggu air, ia bisa berarti ketenangan.
Dan bagi Anda yang bersedekah, semoga setiap tetes air yang diminum menjadi bagian dari pahala yang terus mengalir.
Mari bersama LAZ Al Qoyyim menghadirkan air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan di Sukoharjo dan sekitarnya.
SALURKAN DONASI TERBAIK ANDA DENGAN KLIK DONASI SEKARANG.